Wednesday, October 11, 2017

6 Permasalahan yang Sering Muncul pada Perumahan Kopel di Jakarta

Mencari perumahan murah di Jakarta masih kerap dianggap sebagai pencarian jarum di ladang jerami. Namun sebenarnya jika Anda jeli, masih ada perumahan rumah yang dapat Anda beli dengan harga terjangkau, yaitu perumahan yang menerapkan konsep rumah kopel. Ukuran rumah kopel cukup untuk satu keluarga kecil atau pasangan yang baru membina rumah tangga sehingga cocok untuk Anda yang budget-nya belum cukup untuk membeli rumah mewah.
Perumahan Kopel 
Rumah kopel memiliki konsep desain yang unik, yaitu dua rumah yang dijadikan satu dinding pemisah serta atapnya sehingga akan terlihat seperti satu rumah. Namun di balik keunikan dan kelebihannya ini perumahan dengan konsep rumah kopel menyimpan satu permasalahan bagi penghuninya. Nah untuk Anda yang berniat membeli rumah konsep kopel, simak ulasan permasalahan yang sering muncul di rumah ini.

1. Ukuran Kecil dan Sempit
Ciri rumah kopel yang paling utama adalah pembatas antara rumah yang satu dengan sebelahnya, yaitu berupa tembok satu lapis. Selain itu, atap kedua rumah juga terkadang menyambung. Anda yang menginginkan tempat tinggal murah sekaligus lebih privasi, tentu akan terganggu dengan suara tetangga sebelah yang mungkin akan terdengar akibat tembok satu lapis ini.

Alternatif penyelesaian permasalahan ini yaitu dengan mereduksi sejumlah ruangan atau menghilangkan partisi lau buat penataan atau lay out sesederhana mungkin hingga terkesan lebih luas. Cara lainnya yiatu dengan menghilangkan beberapa ruang yang tidak memiliki fungsi primer. Pemisahan ruang sebaiknya memakai sekat seperti sekat bambu, jadi tidak perlu dinding permanen. 

2. Sulit Dikembangkan
Agak sulit untuk menambah ruang selain dengan cara renovasi. Oleh karena itu, ada alternatif untuk mengembangkannya ke atas dengan cara membuat dak sementara dari konstruksi kayu dan bambo sehingga tidak perlu membuat banyak peruabahan di lantai dasarnya.

3. Sirkulasi Udara Tidak Lancar
Agar sirkulasi udara lancar, buat ventilasi memanjang seperti jendela ruang tamu berlapis jeruji besi sehingga lebih aman. Lalu sesuaikan pula jarak antara plafon dan genteng yang mempengaruhi pasokan sinar matahari dan sirkulasi udara. dan sisi rumah. Kamu bisa coba mengaplikasikan jendela vertikal dan ventilasi rumah. Buat sirkulasi udara di di dalam ruangan guna menjamin kelancaran sirkulasi udara. 

Sistem sirkulasi yang kurang baik juga sering terjadi pada rumah kopel. Agar udara bisa keluar dan masuk dengan lancar, ukuran jendela harus dibuat seproposional mungkin. Demikian pula dengan lokasi dan posisi penempatannya, jika posisi jendela ini ternyata tidak bisa membuat cahaya matahari masuk dalam ruang, sebaiknya dipasang genting kaca juga.

4. Minim Cahaya Matahari dan Lembap
Buat bukaan transparan di genteng dan atap dengan menggunakan genteng kaca, cukup beberapa kotak saja. Periksa pula penyebab lembapnya, apakah karena kebocoran instalasi sehingga menyebabkan dinding basah atau karena kamar mandi yang juga tidak bisa kering. Jika kemungkinan terakhir penyebabnya, pasang juga genteng kaca di kamar mandi ini.
Pilih bentuk atap yang sesuai dengan bangunan rumah agar jark antara plafon dan genteng karena berpengaruh pula terhadap pasokan sinar matahari serta sirkulasi udara. Jangan lupa memberi jarak yang lebar agar sinar matahari tidak langsung mengenai bangunan.

5. Lahan Sempit
Rumah kopel sebagai bagian perumahan murah di Jakarta tentu menghabiskan lahan yang ada untuk bangunan. Sisakan setidaknya 3×3 meter untuk area terbuka sebagai sumber cahaya alami bagi penghuni rumah. Proporsi standar minimal perbandingan bangunan dengan lahan yang dijadikan ruang terbuka adalah 70:30;

6. Hukum Dinding Partisi
Lahan sempit ini dapat disiasati dengan cara menyatukan lahan sehingga ukuran teras tersebut jadi lebih besar dan memunculkan kesan elegan klasik. Tapi pada sisi yang lain kesan elegan klasik tersebut tidak serta merta membuat partisi dinding pada dua bangunan menjadi nampak terpisah. Merupakan permasalahan pokok dan paling utama ketika ingin merubah atau mengganti desain dan tampilan rumah kopel tersebut.

Berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata serta sebagaimana yang diatur dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Prp. Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya, pemanfaatan dinding oleh tetangga Anda tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) apabila menimbulkan kerugian yang nyata bagi Anda.

Mengingat status hukum juga mengatur tentang rumah kopel ini Anda perlu mempertimbangkan kemungkinan masalah tersebut saat berniat menjadikan konsep kopel dalam list perumahan murah di Jakarta yang Anda cari. Terkecuali orang yang tinggal di sebelah adalah keluarga atau kerabat yang tidak mempermasalahkan renovasi, maka Anda tak perlu ragu untuk memilih rumah kopel ini untuk Anda jadikan hunian di Kota Metropolis Jakarta.

Share this

0 Comment to "6 Permasalahan yang Sering Muncul pada Perumahan Kopel di Jakarta"

Post a Comment